Lagi! Lombok Tengah Diwakili SMAN 1 Pujut
Mengulang prestasi tahun 2008, pada tahun 2009 ini SMAN 1 Pujut kembali sukses menjadi juara untuk kali kedua. Menyingkirkan 2 regu pada putaran final, SMAN 1 Pujut berjaya dengan perolehan nilai 1300 meninggalkan SMAN 1 Praya pada posisi kedua dengan nilai 1200 dan SMKN 1 Praya Tengah dengan nilai 600 pada posisi ketiga.
Diikuti 25 regu yang berasal dari SMA/MA/SMK sekabupaten Lombok Tengah kegiatan Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 sukses dilaksanakan dalam dua babak, yaitu babak penyisihan yang menyeleksi seluruh peserta yang dilaksanakan tanggal 3 April 2009 bertempat di SMAN 1 Praya yang menghasilkan sembilan regu terbaik untuk mengikuti putaran final yang dilaksanakan tanggal 4 April 2009.
Putaran final yang dilaksanakan di Aula Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Tengah disamping dihadiri oleh seluruh peserta yang didampingi oleh guru pembina masing-masing dan disaksikan oleh suporter setiap regu juga disaksikan dan diresmikan pelaksanaannya oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam sambutannya pada pembukaan Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Tengah Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd. meminta kepada para peserta untuk giat belajar dan mempersiapkan diri dalam mengantisipasi perkembangan zaman dengan cara memilih jurusan yang tepat yang dibutuhkan olah pasar kerja.
Kepala Dinas juga mengingatkan, bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 ini adalah untuk menyebarluaskan informasi dan menigkatkan pemahaman warga negara tentang amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan terkait dengan pelaksanaan ketatanegaraan di Indonesia.
Terkait pelaksanaan lomba, pembina dari SMAN 1 Praya berpendapat masih perlu dilakukan pembenahan disemua sisi terutama pada penyiapan materi lomba, kepastian jawaban benar dan kesigapan dewan juri dalam menentukan jawaban benar atau salah sehingga diharapkan kedepan tidak menimbulkan protes dan merugikan peserta lomba. Namun demikian penilaian obyektif atas kinerja Panitia dan Dewan Juri layak pula diapresiasi dengan satu jempol karena sudah bekerja maksimal dan jauh lebih siap dari pelaksanaan tahun lalu.
Sebagai ungkapan rasa syukur, Panitia dan Dewan Juri berharap dan mengingatkan peserta yang berhasil menang untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap terus berlatih menyiapkan diri untuk menghadapi lomba berikutnya di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pertengahan bulan april 2009 dan semoga sukses sampai ke tingkat pusat. Sedangkan kepada yang belum berhasil menjadi juara tahun ini diharapkan untuk tidak terlalu larut dalam kekecewaan dan kesedihan karena masih ada kesempatan untuk tahun depan dan selalu ada harapan untuk yang mau berusaha. Selamat dan sukses!
Senin, April 06, 2009
Situ Gintung, Bencana atau Tragedi

Saya di sini jauh darimu
Bukan penghalang untuk gemuruh dukamu
Tergoresmu perih disini
Pilu menyayat di pagi buta yang jauh
Semua telah terjadi
Tinggal bencana atau tragedi
Bagi sebagian yang bisa nrimo
Sudahlah ini bencana
Walau bencana telah terjadi
Ada wacana yang menjadi-jadi
Bagi yang ndak bisa nrimo
Menghitung ulang dan berspekulasi
Lalu meracau mencari pesakitan
Yang salah inilah-itulah
Yang bertanggung jawab mestinya si anulah
Siapa sih mereka?
Apakah mereka telah berbuat?
Selain meracau dan mencari-cari?
Atau mungkin itu lahan mereka?
Meracau dan mencari-cari
Senin, Februari 09, 2009
CIDOMO

Cidomo, tidak diketahui sejak kapan, tetapi cikal bakalnya adalah dokar, delman, sado dan andong yang ada di pulau Jawa. Mungkin karena proses evolusi dan daya kreativitas yang tinggi maka terjadi perubahan bentuk yang drastis namun tetap tidak menghilangkan bentuk dasar dan tidak mengurangi fungsi utamanya.
Sebagai alat transportasi yang tergolong tradisional cidomo digunakan sebagai alat transportasi orang dan barang di pulau Lombok. Hingga kini di desa dan di kota masih banyak terlihat difungsikan oleh masyarakat karena berbagai faktor, yaitu murah, multifingsi dan massal.
Ada dua versi bentuk cidomo yang ada di pulau Lombok, yaitu yang ada di Lombok Tengah dan Lombok Barat dengan yang ada di Lombok Timur. Untuk yang berpoerasi di Lombok Tengah dan Lombok Barat bentuk rangka dan badannya serta aksesorisnya hampir sama sedangkan yang di Lombok Timur bentuk rangka badannya lebih ramping dan aksesorisnya lebih meriah.
Daya angkut orang untuk Cidomo yang ada di Lombok Tengah dan di Lombok Barat bisa sampai maksimal 6 orang dewasa sedangkan yang beroperasi di Lombok Timur bisa sama daya angkut orangnya tetapi dengan kondisi berdesak-desakan.
Secara kolektif bangun fisik dan nama Cidomo adalah akronim dari Cikar Dokar dan Montor(Motor), Ci adalah cikar yang diwakili oleh unsur gerobak pengangkut, Do adalah dokar yang diwakili oleh unsur tenaga penggerak/penarik yaitu seekor kuda dan Mo adalah montor(motor) yang diwakili oleh unsur roda penggerak yang menggunakan roda dan ban karet.
Sabtu, Februari 07, 2009
The Crossing Lembar-Padangbai Closed

Channel crossing Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) is closed due to high waves that occur in the Lombok. As a result, there was a cumulation of vehicles would cross over.
Peak queue happen today because there was no ship in the Port of Padangbai lean, Karangasem. This is because one does not have any ships from Port of Sheets, who departed Lombok.
"Waves in the Lombok reached five meters," said the Head of Office Administrator Port Padangbai I Made Sudiarta by phone Saturday (7/2/2009).
According to him, ships are not allowed from Lombok to Bali since sailed at 09.00 Wita. The passenger was transported with four ferry. After that, passengers who want to cross over to Lombok prompted again the next day because the crossing is still closed.
Other consequences, occurred queue of vehicles to reach two kilometers. Queue dominated transporter trucks of food from Java and Bali who wish to NTB.
Up to now, already queued up in the Village Tengading, about two km from the port Padangbai.
Sudiarta, said the closure is done to limit the time that has not been determined. "However the weather improved, we will be open again," he said. (Miftachul Chusna / Sindo / LSI)
Penyeberangan Lembar-Padangbai Ditutup
Jalur penyeberangan Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) ditutup akibat gelombang tinggi yang terjadi di Selat Lombok. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan yang hendak menyeberang.
Puncak antrean terjadi hari ini karena tidak ada kapal yang bersandar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Ini disebabkan tidak ada satu pun kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang berangkat.
"Ombak di Selat Lombok mencapai lima meter," kata Kepala Kantor Administrator Pelabuhan Padangbai I Made Sudiarta melalui telepon, Sabtu (7/2/2009).
Menurut dia, kapal dari Lombok tidak diijinkan berlayar ke Bali sejak pukul 09.00 Wita. Puluhan penumpang sempat diangkut dengan empat buah kapal feri. Setelah itu, penumpang yang hendak menyeberang menuju Lombok diminta kembali esok hari karena penyeberangan masih ditutup.
Akibat lainnya, terjadi antrean kendaraan hingga mencapai dua kilometer. Antrean didominasi truk pengangkut bahan makanan dari Jawa dan Bali yang hendak menuju NTB.
Hingga kini, antrean sudah sampai di Desa Tengading, sekitar dua km dari pelabuhan Padangbai.
Sudiarta mengatakan, penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Namun begitu cuaca membaik, kita akan langsung buka kembali," ujarnya. (Miftachul Chusna/Sindo/lsi)
Puncak antrean terjadi hari ini karena tidak ada kapal yang bersandar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Ini disebabkan tidak ada satu pun kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang berangkat.
"Ombak di Selat Lombok mencapai lima meter," kata Kepala Kantor Administrator Pelabuhan Padangbai I Made Sudiarta melalui telepon, Sabtu (7/2/2009).
Menurut dia, kapal dari Lombok tidak diijinkan berlayar ke Bali sejak pukul 09.00 Wita. Puluhan penumpang sempat diangkut dengan empat buah kapal feri. Setelah itu, penumpang yang hendak menyeberang menuju Lombok diminta kembali esok hari karena penyeberangan masih ditutup.
Akibat lainnya, terjadi antrean kendaraan hingga mencapai dua kilometer. Antrean didominasi truk pengangkut bahan makanan dari Jawa dan Bali yang hendak menuju NTB.
Hingga kini, antrean sudah sampai di Desa Tengading, sekitar dua km dari pelabuhan Padangbai.
Sudiarta mengatakan, penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Namun begitu cuaca membaik, kita akan langsung buka kembali," ujarnya. (Miftachul Chusna/Sindo/lsi)
Langganan:
Postingan (Atom)