Pages

Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 05, 2010

KDRT dan Ciri-ciri Perilaku Korbannya


Banyak wanita menganggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai hal tabu. Itulah mengapa mereka cenderung menutupi penderitaan fisik dan psikologis yang dilakukan pasangannya. Dalam kondisi ini, peran sahabat dibutuhkan.

Sahabat yang baik harus memiliki sensitivitas tinggi untuk melihat penderitaan yang tengah dialami orang terdekat. Ini penting untuk membebaskan mereka dari hubungan tak sehat akibat perilaku kasar pasangannya.

Ada sejumlah tanda yang bisa memberi petunjuk tentang kekerasan yang mereka alami, seperti dikutip dari laman Modern Mom.

Menghilang

Simak perubahan sikapnya. Mereka yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga biasanya cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Mereka umumnya tak ingin orang di sekelilingnya melihat tanda-tanda kekerasan seperti memar atau bengkak yang terjadi.

Riasan berlebih

Perhatikan pula riasannya. Mereka biasanya menggunakan riasan tebal untuk menyamarkan tanda kekerasan yang masih membekas.

Luka mencurigakan

Orang yang mendapat siksaan fisik dari pasangannya tak jarang mengalami cedera. Hanya, mereka cenderung menutupinya dengan mengatakan bahwa luka yang terjadi akibat terjatuh, atau kecelakaan umum. Saat melihat sahabat terluka, jangan ragu menanyakan kronologi peristiwanya. Simak, apakah konsistensi ceritanya.

Mendadak murung dan pendiam

Kasus kekerasan yang mereka alami biasanya memunculkan trauma dan tanpa sadar membuat pribadinya berubah. Murung dan pendiam adalah sinyal paling umum, terutama ketika berada di lingkungan sosial. Simak ketulusan senyumnya saat berada di samping pasangannya. Orang yang mengalami intimidasi dalam rumah tangga biasanya tidak berkutik ketika berada di dekat pasangan yang menyiksanya.

Tak betah di rumah

Mereka yang tengah mengalami kekerasan dalam rumah tangga biasanya cenderung menghindari kebersamaan dengan pasangannya. Mereka tak akan tenang di rumah dan berusaha mencari kesibukan di luar rumah. (vivanews.com)

Minggu, April 11, 2010

Tentang Messi


1. Messi lahir di Rosario, Argentina, 24 Juni 1987.

2. Rosario juga tempat lahirnya pejuang revolusi Amerika Selatan, Che Guevara.

3. Dia sekarang mencapai tinggi tubuh 170 cm. Namun, dia sangat pendek dan mungil saat masih kecil. Dia menderita kelainan pertumbuhan sehingga harus mendapat suntikan hormon pertumbuhan.

4. Jika dia tak mendapat hormon pertumbuhan, tingginya sekarang paling hanya 140 cm.

5. Messi didiagnosis mengalami kelainan pertumbuhan saat masih berumur 11 tahun. Saat itu dia masuk klub Newell's Old Boys. Dia kemudian bergabung dengan klub raksasa Argentina, River Plate. Namun, River Plate keberatan membayarnya 900 dollar (sekitar Rp 8,1 juta) per bulan.

6. Barcelona yang melihat bakatnya langsung merekrutnya. Direktur Barca saat itu, Carles Rexach, bahkan siap membiayai pengobatan Messi atas kelainan pertumbuhan asal dia dan keluarganya pindah ke Barcelona. Kedua belah pihak setuju, Messi pun pindah ke Barcelona.

7. Messi membuat debut di Divisi Primera saat umurnya masih 17 tahun dan 144 hari pada 16 Oktober 2004 melawan Espanyol.

8. Enam bulan kemudian, tepatnya 1 Mei 2005, dia menjadi pemain termuda Barcelona yang mencetak gol di Divisi Primera ketika klub itu mengalahkan Albacete. Umur Messi saat itu 17 tahun, 10 bulan, dan 7 hari. Namun, rekor itu kemudian dipecahkan oleh Bojan Krkic setelah mendapat assist dari Messi.

9. Meski masih muda, pengaruh Messi langsung terasa. Barcelona pun menawarkan kontrak baru pada September 2005. Dia pun diikat Barcelona sampai 2014.

10. Pada musim 2005-2006, Messi mencetak enam gol dalam 17 penampilan Divisi Primera La Liga. Namun, aksinya terhenti karena cedera otot di paha kanannya saat melawan Chelsea di Liga Champions, Maret 2006. Dia pun tak lagi main sampai musim kompetisi berakhir.

11. Kontribusi besar pertama Lionel Messi kepada Argentina dia berikan tahun 2005. Dia membawa negerinya juara Piala Dunia Yunior di Belanda. Messi meraih bola emas dan sepatu emas karena menjadi pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak turnamen tersebut.

12. Dia menjalani debut penuh bersama timnas Argentina saat melawan Hongaria, 17 Agustus 2005. Namun, pertandingan ini tak terlalu berkesan baginya sebab dia tampil sebagai pengganti pada menit ke-63. Baru tampil dua menit, dia terkena kartu merah. Dia dianggap wasit Markus Merk telah menyikut Vilmos Vanczak.

13. Sebelum penampilan keduanya bersama Argentina melawan Paraguay, dia mengatakan, "Inilah debut kedua buatku. Yang pertama terlalu singkat."

14. Gagal menyelesaikan musim kompetisi 2005-2006 karena cedera, Messi diragukan masuk skuad timnas Argentina di Piala Dunia 2006. Namun, dia akhirnya dipanggil, tetapi tak terlalu banyak bermain.

15. Pada pertandingan pertama Argentina di Piala Dunia 2006 melawan Pantai Gading, Messi jadi pemain cadangan. Dia baru diturunkan pada pertandingan melawan Serbia-Montenegro pada menit ke-74, menggantikan Maxi Rodriguez. Dia pun menjadi pemain Argentina termuda yang tampil di Piala Dunia dengan umur 18 tahun dan 357 hari.

16. Dia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Messi mencetak gol terakhir dari kemenangan Argentina 6-0. Dia pun menjadi pemain termuda Argentina pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

17. Gol itu juga menjadikannya sebagai pemain termuda keenam di dunia yang mampu mencetak gol di pentas terakbar tersebut.

18. Impiannya untuk membawa Argentina menjuarai Piala Dunia gagal. Argentina kalah dari tuan rumah Jerman di babak perempat final. Messi tak dimainkan pada pertandingan itu.

19. Pada musim berikutnya, 2006-2007, Messi benar-benar sudah sebagai pemain hebat. Dia mulai menjadi pemain utama Barcelona. Dia mencetak 14 gol dari 26 penampilan.

20. Pertandingan paling berkesan buatnya pada musim itu terjadi pada Maret 2006. Setelah sembuh dari cedera yang membuatnya absen tiga bulan, dia kembali tampil dan langsung mencetak hattrick. Barcelona yang hanya bermain 10 orang pun mampu bermain imbang 3-3 melawan Real Madrid di derbi "El Classico". Inilah awal pengakuan publik bahwa seorang Messi memiliki pengaruh besar dalam permainan timnya.

21. Messi menjadi pemain termuda yang mencetak gol pada partai derbi "El Classico" antara Barcelona dan Real Madrid, Maret 2007. Dia mencetak hat-trick dan menyamakan kedudukan 3-3. Saat itu Barcelona bermain 10 orang. Salah satu gol dia cetak pada injury time.

22. Itu merupakan hat-trick pertama di "El Classico" sejak Ivan Zamorano membuat hal itu untuk Real Madrid pada musim 1994-1995.

23. Messi bermain luar biasa saat Barcelona melawan Getafe pada April 2007. Gayanya mirip Diego Maradona saat mencetak gol kedua di Piala Dunia 1986 lawan Inggris. Dari tengah, dia melewati beberapa lawan yang mengadang, kemudian membobol gawang Getafe. Messi pun semakin dijuluki sebagai "Maradona Baru".

24. Pada temu pers setelah pertandingan itu, rekan seklubnya, Deco, memuji, "Gol Messi adalah gol terbaik yang pernah kusaksikan."

25. Pada akhir musim 2006-2007, Messi membela Argentina tampil di Copa America untuk pertama kalinya.

26. Messi menjadi salah satu bintang Argentina pada turnamen itu. Dia mencetak dua gol dan membuat beberapa assist hingga Argentina lolos mudah ke final. Sayangnya, di partai final mereka kalah 0-3 dari Brasil.

27. Meski Argentina gagal, Messi dipilih sebagai Pemain Muda Terbaik di Copa America.

28. Selama Copa America, Messi satu kamar dengan Carlos Tevez. Dikabarkan, keduanya memutar musik keras-keras di kamar itu nyaris seperti diskotik.

29. Messi terus menjadi bintang di Barcelona pada musim 2007-2008. Dia bermain pada pertandingannya yang ke-100 saat melawan Valencia, Februari 2008. Saat itu umurnya baru 20 tahun.

30. Pada bulan Maret 2008 dia kembali didera cedera dan harus istirahat enam pekan. Ini kali keempat dalam tiga musim terakhir dia mengalami cedera otot robek.

31. Barcelona melarang Messi membela Timnas Argentina di Olimpiade 2008 Beijing. Tapi, setelah dilakukan negosiasi antara Timnas Argentina dan pelatih Pep Guardiola, dia akhirnya diizinkan tampil di Olimpiade.

32. Messi bersinar di Olimpiade Beijing. Dia mencetak dua gol dalam perjalanan Argentina ke final untuk bertemu Nigeria. Di final, dia membuat assist untuk Angel Di Maria dan itu satu-satunya gol yang membawa Argentina meraih medali emas.

33. Pada awal musim 2008-09, Messi mendapat nomor 10 di Barcelona, menggantikan kostum Ronaldinho yang dijual ke AC Milan. Dengan nomor itu, dia seolah terbaptis sebagai bintang utama dan target man klub.

34. Pada Desember 2008, dia berada di urutan kedua dalam pemilihan Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, kalah dari Cristiano Ronaldo.

35. Messi makin menunjukkan ketajamannya. Dia mencetak 38 gol untuk Barcelona di semua kompetisi musim 20008-09. Dua golnya dia cetak saat Barcelona bertandang ke kandang Real Madrid dan menang 6-2. Itu kekalahan paling besar Madrid di kandang sendiri sejak 1930.

36. Messi berperan besar membawa Barcelona meraih treble winners, menjuarai Copa del Rey, Divisi Primera, dan Liga Champions. Barcelona menjadi klub Spanyol pertama yang meraih treble winners.

37. Di Liga Champions, Messi mengumpulkan 9 gol. Dia menjadi top skorer turnamen itu. Dia juga pemain termuda yang menjadi top skor Liga Champions.

38. Dia mengakhiri tahun 2009 dengan dua penghargaan individu paling bergengsi. Selain meraih gelar Pemain Terbaik Eropa, dia juga meraih gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

39. Tahun 2009 juga menandai bertumpuknya gelar yang pernah diraih Messi. Selain gelar pribadi, dia juga sukses membawa Barcelona meraih banyak gelar. Messi ikut membawa Barcelona juara Divisi Primera La Liga (2004-05, 2005-06, 2008-09), Liga Champions (2006, 2009), Copa del Rey (2009), Piala Super Spanyol (2005, 2006, 2009), Piala Super Eropa (2009), dan FIFA Club World Cup (2009).

40. Messi mendapat julukan baru, "La Pulga Atomica" atau "Kutu Atom".

41. Selain mendapat julukan "Kutu Atom", Messi juga dijuluki "Maradonita" karena dianggap penerus sang legenda Maradona. Namun, media-media Spanyol sering menjulukinya "Messidona".

42. Di Argentina, Messi sekarang menjadi idola terbesar. Fans selalu berusaha dekat dengannya. Dia ingat sebuah kejadian, "Anekdot yang terlucu adalah apa yang terjadi ketika aku di Venezuela. Saat meninggalkan lapangan, tiba-tiba seorang gadis rela terjun dari tribun yang tingginya 5 meter hanya untuk bisa mencium diriku. Aku sudah mencegahnya, 'Jangan lakukan itu, bisa berbahaya.' Tapi, dia nekat melompat dan aku mendapat sebuah ciuman."

43. Pada masa remajanya di Barcelona, Messi berkawan dekat dengan kapten Arsenal, Cesc Fabregas. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama bermain game Pro Evolution Soccer di Playstation. Messi termasuk terpukul saat Fabregas dijual ke Arsenal.

44. Musik favorit Messi adalah Samba dan Cumbi.

45. Messi tak pernah menyaksikan highlight sepak bola di televisi yang menampilkan dirinya.

46. Messi dan pacarnya, Antonella Roccuzzo, berencana menikah pada akhir 2010. Pacarnya juga berasal dari kampung Messi, Rosario.

47. Messi ditunjuk sebagai duta UNICEF pada 11 Maret 2010.

48. Messi memiliki dua saudara sepupu yang juga bermain bola. Mereka adalah Maxi Biancucchi dan Emanuel Biancucci. Maxi bermain di klub Meksiko, Cruz Azul, sedangkan Emanuel memperkuat klub Jerman, TSV 1860 Muenchen.

49. Gambar Messi sekarang menjadi cover game Pro Evo. Dia juga membintangi video untuk mempromosikan game tersebut.

50. Paling gress dan berkesan, tentu empat golnnya yang membawa Barcelona menang 4-1 atas Arsenal di leg kedua perempat final Selasa atau Rabu (7/4/2010) WIB lalu. Empat gol itu tentu akan dikenang sepanjang masa. Apalagi, dia mencetaknya dengan cara luar biasa.(Kompas.com)

Sabtu, April 03, 2010

Beda Cowok dan Pria

Tahukah Anda bahwa meski sama-sama berjenis kelamin laki-laki, mereka yang tergolong "cowok" sangat berbeda dengan "pria" dalam perilakunya. Simak saja, Anda atau lelaki pasangan Anda, termasuk yang mana?

Cowok:
"Kamu yang jemput, ya. Capek nih jalannya muter."
Pria:
"Kamu tunggu saja di sana, saya jemput. Capek sedikit enggak masalah, kok."

Cowok:
Bayar sendiri-sendiri kalau ngajak makan atau nonton film, syukur-syukur kalau perempuan mau membayari.
Pria:
Biarpun uangnya mepet, tidak akan membiarkan perempuan membayari.

Cowok:
Sibuk membentuk tubuh dan minum suplemen, tetapi lupa belajar teknik-teknik menyenangkan perempuan.
Pria:
Fokusnya pada bagaimana membuat perempuan merasa senang bersamanya.

Cowok:
Malam pertama selalu meninggalkan bercak "darah perawan".
Pria:
Tak ada "darah perawan" pada malam pertama karena dia pandai membuat perempuan terangsang.

Cowok:
Apabila perempuan mengambil inisiatif dalam aktivitas seksual, komentarnya, "Gile ini perempuan! Agresif amat!"
Pria:
"Ini yang saya cari-cari dari dulu! Permainan jadi seimbang dan menggairahkan."

Cowok:
Tanpa basa-basi, maunya langsung melakukan hubungan seks. Sesudah itu tidur.
Pria:
Foreplay itu ibarat hidangan pembuka (appetizer), hubungan seks sebagai menu utama (main course), dan afterplay sebagai hidangan penutup (dessert).

Cowok:
Apabila hubungan seks sudah membuatnya ejakulasi, itu berarti sudah selesai. Dia tidak tahu bahwa pasangannya menangis di balik punggungnya akibat kecewa.
Pria:
Selalu tahu kapan saat yang tepat untuk intercourse. Dia akan berhenti hanya kalau pasangannya sudah orgasme dan mengalami kepuasan.

Cowok:
Sudah, ya!
Pria:
Sudah atau belum? (Kompas.com)

Senin, Juni 29, 2009

Dewan Pers: Banyak Wartawan Jadi Tukang Peras

Sudah menjadi rahasia umum, bila keberadaan wartawan, adakalanya disegani bahkan ditakuti oleh pihak birokrat. Kondisi ini sering kali dimafaatkan wartawan nakal, yang justru melakukan pemerasan dengan dalih "perlindungan" atas nama baik institusinya.

Demikian dikatakan, Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara. Dia menilai, saat ini wartawan Indonesia masih banyak yang berprofesi ganda, selain menyampaikan berita, di juga jadi tekang peras.

"Seperti dibilang wartawan senior Rosihan Anwar, 80 persen wartawan saat ini bekerja sebagai tukang peras," Katanya dalam sebuah workshop yang digelar LBH Pers, di hotel Inna Muara, Jalan Gereja, Kota Padang,Sumbar, Sabtu (13/6/2009)

Parahnya, lanjut Leo, yang kena peras juga enggan melaporkannya kepada aparat hukum, bahkan mereka terkesan membiarkan begitu saja perlakuan tersebut. Padahal, kata dia, seharusnya hal itu segera ditindaklanjuti agar bisa diadili sesuai hukum.

"Ini karena ada sesuatu juga, hingga tidak mau melapor pada kejaksaan, karena yang diperas, itu tukang peras juga," ujarnya. Hingga saat ini, menurut Leo, ada sekira 2.000 jurnalis yang melakukan pemerasan itu.

"Namun yang terjadi hanya masalah pemberitaan citra buruk yang diberitakan kemudian yang merasa dirugikan lansung melapor, padahal itu sudah benar terjadi, seperti kasus prita dan kasus-kasus lainnya," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Leo meminta kepada aparat baik hukum maupun pemerintahan, untuk tidak menyediakan amplop untuk para wartawan yang dikenal tukang peras itu. "Jangan pernah sediakan amplop untuk wartawan," ujarnya.

Leo juga menyindir persoalan amplop yang marak di kalangan wartawan, adalah akibat minimnya kesejahteraan mereka. "Mereka hanya digaji tidak memenuhi standar upah yang layak, dan karena itu mereka para wartawan terus melakukan pemerasan," pungkasnya.Okezone.com(ded)

Jumat, Juni 26, 2009

Mitos Testosteron

Testosteron merupakan hormon seks pria yang punya peran penting dalam fungsi seksual, produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara. Rendahnya kadar hormon ini akan menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis, depresi, gangguan ereksi, dan postur tubuh yang kurang tegap atau berkurangnya kemampuan atletik.

Penelitian menunjukkan bahwa hormon testosteron dalam jumlah yang normal sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada pria. Selain itu, pria yang kadar testosteronnya normal lebih panjang umur dibanding dengan pria yang kekurangan hormon ini.

Banyak mitos yang salah beredar mengenai hormon pria ini. Abraham Morgentaler, MD, dokter spesialis urologi dari Harvard Medical School dan penulis buku Testosterone for Life akan menjawabnya untuk Anda.

1. Testosteron adalah obat yang ilegal
Hormon testosteron termasuk dalam obat yang legal, terlebih hormon ini sangat penting bagi pria. Yang ilegal adalah bila hormon ini dipakai tanpa resep dokter. Meski begitu, banyak organisasi olahraga yang punya aturan ketat tentang penggunaan obat atau suplemen yang mengandung testosteron karena bisa memengaruhi performa atlet. Atlet yang melanggar bisa dikenai sanksi.

2. Testosteron adalah steorid, dan steorid berbahaya.
Ya, testosteron memang steorid, tapi tidak berbahaya. Lagi pula secara alamiah kita dipenuhi oleh berbagai steorid. Menurut Morgentaler, kata steroid sebenarnya berkaitan dengan molekul yang ditopang oleh empat karbon, seperti estrogen, progesteron, kortisol, juga kolesterol.

Sementara itu, dalam dunia olahraga, steroid merupakan kependekan dari anabolic steroid hormone yang berarti secara khusus bekerja untuk membangun otot dan tulang, seperti testosteron.

3. Testosteron menyebabkan perilaku kasar dan tak terkontrol
Belum ada fakta yang membuktikan testosteron menyebabkan tindakan agresif, kekerasan, atau perilaku tak terkontrol lainnya. Sebaliknya, pria dengan hormon testosteron yang rendah justru mudah marah, dan kondisi ini akan membaik setelah kadar testosteronnya naik.

4. Testosteron menyebabkan kanker prostat
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron yang tinggi justru risikonya lebih kecil untuk terkena kanker prostat.

5. Kadar Testosteron yang tinggi menyebabkan kebotakan
Secara umum, pria yang mengalami kebotakan punya kadar testosteron yang sama dengan pria yang rambutnya masih lebat. Kebotakan, menurut Morgentaler, biasanya sudah diturunkan secara genetis.(Kompas.com)

Mengenali Pria Gay dari Jari Tangannya

Konon, gay atau tidaknya seorang pria bisa diintip dari bentuk jari tangannya. Cuma mitos? Ternyata tidak, ada riset ilmiahnya.

Bila bicara soal mendeteksi pria gay, kebanyakan orang akan langsung menilai dari fisik. Kalau gayanya kemayu, gerakannya gemulai, atau pakaiannya necis dan wangi, barangkali kita akan langsung bergumam dalam hati, "Hmm... pasti dia gay."

Ada juga mitos yang mengatakan, gay tidaknya seorang laki-laki bisa dilihat dari jari-jemari tangannya. Ternyata, mitos ini ada benarnya. Hal ini disebut dengan digit ratio theory. Beberapa penelitian telah membuktikan kebenarannya.

Coba perhatikan jari tangan Anda. Bila jari manis tangan kanan Anda lebih panjang dari jari telunjuk, itu berarti Anda punya banyak hormon testoteron dan cenderung lebih hiperaktif, agresif, dan tidak suka sesuatu yang lamban.

Sebaliknya, jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, berarti hormon estrogen Anda lebih banyak sehingga sifat Anda pun cenderung sensitif dan emosional. Lantas, apakah orang yang jari telunjuknya lebih panjang berarti homoseksual? Ternyata tidak juga.

Justru orang yang panjang jari telunjuk dan jari manisnya sama panjang kebanyakan adalah homoseksual (baik pria atau wanita). Sebuah studi yang dilakukan oleh Wndy M Brown dan timnya yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior ikut menguatkan hal tersebut.

Dalam studinya, Brown menemukan bahwa ada hubungan tak langsung antara rasio panjang jari manis dan jari telunjuk dengan perilaku lesbian pada wanita. Mereka yang jari manisnya lebih panjang punya orientasi seksual sesama jenis.(Kompas..com)

Jumat, Juni 19, 2009

Anak Nakal Jangan Dikerasi

Tak sabar dengan kenakalan si buah hati, banyak orangtua menggunakan cara kekerasan untuk menanganinya. Dalam jangka pendek, cara ini efektif, tetapi efek jangka panjangnya anak akan menjadi kasar.

Si kecil Andi,7, menangis di depan pintu rumahnya. Air matanya mengalir seakan tanpa henti. Sesekali dia memanggil ibu dan ayahnya agar membukakan pintu untuknya. Namun, suaranya tidak digubris sama sekali. Hampir satu jam Andi berdiri, setelah kemudian pintu rumahnya terbuka. Sang ayah menyuruhnya masuk. Namun, tetap dengan wajah garang yang masih menyisakan kemarahan.

Apa yang dilakukan Andi sehingga orangtuanya sangat marah? Ternyata Andi bermain bola di dalam rumah, hingga memecahkan keramik kesayangan ibunya. Akhirnya Andi mendapat sebuah pukulan dan dibiarkan diam di depan pintu rumah selama lebih dari setengah jam.

Sebagai orangtua, marah kepada anak memang merupakan hal yang lumrah. Namun, jika telah disertai dengan pemukulan, apalagi sering dilakukan, akan berdampak buruk pada perkembangan mental anak dan akan membekas hingga mereka dewasa nanti. Di Indonesia, memukul atau melakukan kekerasan fisik kepada anak yang berbuat salah, masih dianggap wajar dan normal-normal saja.

Padahal menghukum anak bisa dilakukan dengan cara lain, misalnya dengan memotong uang saku atau melarang mereka bermain dengan teman-temannya.

Dalam penelitian dengan target 36.000 anak yang mendapatkan hukuman fisik di Amerika, disimpulkan bahwa hukuman fisik memiliki manfaat yaitu anak akan mematuhi perintah orangtua untuk sementara. Namun dalam jangka panjang, risiko berikut menjadi semakin besar, yaitu anak cenderung menjadi kasar bahkan agresif. Anak juga bisa menjadi sosok yang antisosial. Bahkan, pemukulan yang dilakukan bisa membuat anak menderita kelainan jiwa karena merasa tertekan.

Di Jepang beberapa waktu lalu, telah pula dibuktikan jika anak dibesarkan dengan hukuman fisik, saat beranjak remaja akan terlihat keterlambatan pada kata-kata dan perkembangan sosial. Bahkan, Osaka Report yang menyelidiki hubungan lingkungan dan perkembangan mental anak-anak adalah kecenderungan anak-anak untuk menutup diri pada orang lain dan tidak percaya diri.

"Walaupun masih anak-anak, jika dipukul anak, akan merasa harga dirinya terlukai. Apalagi jika sering dipukul, anak akan tumbuh menjadi sosok yang cenderung pendiam," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI), Dr Syafriani Hasan, beberapa waktu lalu.

Agar kehidupan psikologis anak tidak terganggu saat mereka beranjak dewasa, Syafriani mengaku orangtua harus mencoba untuk tidak memaksakan hukuman fisik kepada anak dengan cara yang kasar. "Sekarang sedang dikembangkan cara pengganti kekerasan, yang lebih efektif dan sedikit risiko. Yang harus dilakukan orangtua ketika mendapati anak yang nakal adalah dengan mengawalinya dengan nasihat dan tetap menjaga kontak mata," sebutnya.

Lebih efektif mengatakan perintah dengan suara yang tenang dan mantap daripada membentak dengan emosional. Bukankah kita pun pada masa kecil lebih bereaksi ketika ibu berkata dengan suara mantap, "Kerjakan..." daripada ketika ia berteriak-teriak histeris?

Setelah memberikan peringatan tentang kapan harus dimulai pekerjaannya, berikan petunjuk tegas, jika ia mematuhi perintah, pujilah. Jika tidak mematuhi, ulangi petunjuk yang sama. Jika diberikan petunjuk yang sama pun anak tidak mematuhi, acuhkan dulu sementara, dan tunggulah. Jika selama didiamkan dia mulai mengerjakan, segera berikan pujian. Jika selama didiamkan dia tidak mengerjakan, lakukan langkah berikutnya, yaitu menyetrap atau dikenal dengan istilah time out.

Time out adalah hukuman yang bisa diterapkan pada usia 3 tahun sampai usia kelas rendah SD, pada jangka waktu tertentu, anak harus berada di tempat tertentu. Diberlakukan saat anak melakukan hal yang sulit dimaafkan. Jangka waktu tertentu itu yakni secara umum, sama dengan usia anak. Misalnya pada usia 3 tahun, 3 menit. Usia 5 tahun,5 menit.

"Pasanglah timer di ruang time out. Jika anak berhasil melaluinya, jangan sungkan-sungkan memuji," tutur psikolog berjilbab tersebut.

Lebih lanjut ditambahkannya, anak-anak sebenarnya adalah jiwa yang juga memiliki naluri untuk melakukan sesuatu dengan benar, baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan orangtua. Namun, cara orangtua yang salah dalam menerapkan pendidikan di rumah, terkadang membuat anak tidak terkendali. "Ketegasan kadang sangat dibutuhkan. Orangtua boleh tegas pada anak asalkan jangan memukul," kata dia lagi.

Senada dengan Syafriani Hasan, pengajar TK Kasih Bunda Jakarta Abdul Razak mengaku, anak-anak yang sering mendapatkan hukuman fisik di rumah, ketika berada di sekolah akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan anak lain. "Mereka cenderung murung namun bisa agresif bila tersinggung atau ingin mendapatkan benda yang mereka inginkan, mereka juga lebih egois," sebutnya.

Memang untuk mendidik anak tanpa kekerasan, butuh usaha keras dan harus dilakukan secara benar. Mendidik tanpa kekerasan bukan berarti anak dibiarkan begitu saja bila melakukan kesalahan. Penegakan disiplin sangat penting bagi anak-anak. Malah tak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Untuk menegakkan disiplin, pemberian sanksi mutlak diberikan. Hanya saja, pilih cara yang baik dan jangan gunakan kekerasan.(Lifestyle.okezone)

Selasa, Mei 12, 2009

PKS, PAN, PPP, dan PKB Awas Tak Kebagian Apa-apa

Mencermati perkembangan hingar-bingar koalisi partai-partai politik dalam pencalonan presiden dan wakilnya saya teringat ketika masih kanak-kanak dulu).
Ketika masa kanak-kanak dulu adalah sesuatu yang wajar bila kita memilih jalan pintas “ngambek dan mengancam” dalam skala kecil bila tidak diikutsertakan melakukan sesuatu atau tidak diajak ke suatu tempat atau tidak diberi sesuatu yang menjadi keinginan kita. Ngambeknya begini, “Saya ndak mau mandi kalau tidak dimandikan, saya ndak mau ikut kalau saya tidak boleh membawa serta mainan kesayangan saya atau saya akan berhenti sekolah kalau tidak dibelikan sepeda (waktu itu sepeda onthel adalah barang mewah)”.
Sekarang setelah saya dewasa saya menemukan, melihat dan mengalami kembali pola-pola acaman, intimidasi dan tekanan itu berulang dalam bentuk, versi, kepentingan dan skala yang lebih besar dan kompleks. Lebih besar karena ia berskala nasional dan lebih kompleks karena ia menyangkut kepentingan sebuah negara yang didalamnya ada sistem ketatanegaraan, politik dan masyarakat yang memiliki kepentingan dan pada akhirnya semua bertujuan untuk tercapainya tujuan hidup berbangsa dan bernegara.
Kembali kemasa kanak-kanak. Ketika kita terus memaksakan kehendak kita tanpa paham mengapa kemauan kita itu tak dituruti maka yang nyatanya kita terima saat itu adalah kita tidak mendapatkan apa-apa yang kita maui dan kita tidak jadi pergi kemana-mana, karena ditinggalkan bersama keteguhan kita yang tak tergoyahkan atau kalau boleh kita sebut cenderung semau kita tanpa memperhatikan dan memahami porsi kewenangan yang mengajak dan yang diajak.
Memperhatikan peristiwa ngambeknya PKS, PAN, PPP dan PKB karena apa yang dimauinya “tidak diakomodir” Partai Demokrat dalam hal penentuan cawapres bukan tidak mungkin ini adalah repetisi peristiwa masa kanak-kanak dulu dengan permasalahan dan ruang lingkup yang lebih luas. Tentunya dengan konsekuensi yang lebih serius pula tapi tetap saja sama-sama bisa berakibat “tidak kebagian apa-apa dan tidak ikut kemana-mana”

Selasa, April 28, 2009

Dipecat Gara-gara Facebook


Hati-hati kecanduan situs jejaring sosial face book. Bisa-bisa anda kehilangan pekerjaan seperti yang dialami seorang wanita di Swiss.

Ceritanya wanita yang identitasnya dirahasiakan itu meminta izin pada bosnya karena menderita sakit migrain. Wanita itu mengaku terlalu pusing untuk berada di depan komputer dan harus berbaring di ruangan gelap untuk meredakan sakit kepalanya.

Demikian seperti ditulis ananova.com dari BBC, Senin (27/4/2009).

Namun, perusahaan tempat wanita itu bekerja menemukan wanita itu membuka-buka acount facebook miliknya. Ia pun dituduh sebagai pembohong dan dipecat.

Wanita itu membela diri. Ia mengaku mengakses facebook via handphone miliknya di atas tempat tidur.

Ia pun mencurigai perusahannya telah membuat seorang kawan fiktif yang di-add dalam acountnya. Lewat 'kawan' inilah perusahaan bisa tahu aktivitas wanita ini.

Dugaan ini diperkuat karena 'kawan' tersebut mendadak hilang setelah ia dipecat.

Namun perusahaannya tidak mau ambil pusing. Mereka beralasan, siapapun yang cukup sehat mengakses facebook, berarti cukup sehat juga untuk bekerja di depan komputer.(detik.com)

Selasa, April 21, 2009

Kelucuan Kekuasaan


Disalah satu stasiun televisi, pelawak Polo mencoba menjelaskan mengapa kelompok lawak Srimulat tak lagi eksis berpentas di Taman Ria Senayan.
Jawabannya karena Srimulat sudah kalah lucu dari pentas di gedung sebelahnya (Gedung DPR/MPR). Walaupun hanya guyonan, hal itu justru memicu hadirnya pertanyaan serius: apakah kekuasaan itu lucu? Jawabannya akan sedikit lebih tegas andai saja gedung parlemen itu dipenuhi para pelawak.
Namun, bisa saja Polo menyangkal bahwa tanpa kehadiran para pelawak pun perilaku politisinya tak kalah seru mengundang tawa. Jumlah politisi artis, termasuk yang berlatar belakang pelawak, diperkirakan melonjak pasca-Pemilu 9 April 2009.
Namun, belum tentu kelak mereka bisa melucu di forum-forum DPR yang menuntut keseriusan. Bisa jadi "politisi pelawak" sangat menyadari bahwa kalau mereka melucu, belum ada jaminan menang lucu dibandingkan yang lain.
Bisa jadi justru "politisi bukan pelawak" malah lebih lucu. Barangkali karena itulah, "politisi pelawak" seperti Komar sungguh tampak tidak lucu lagi di kala mengikuti rapat-rapat DPR. Soal kelucuan politik, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)-lah maestronya. Sewaktu menjadi presiden, banyak joke (cerita lucu) yang dilontarkannya.
Buku kumpulan leluconnya sangat laris saat itu. Tak hanya para pejabat nasional dan lokal yang dibikin tertawa oleh cerita-cerita lucu sang presiden, tetapi juga bahkan Presiden Amerika Serikat waktu itu, Bill Clinton. Saking lucunya Gus Dur, ilmuwan sosial Arief Budiman pernah menyindir bahwa Gus Dur hendak menyelesaikan begitu kompleksnya urusan negara dan pemerintahan dengan lelucon.
Sungguh pun Gus Dur lantas lengser secara dramatis melalui Sidang Istimewa MPR yang dipercepat, dia tercatat telah membawakan sejumlah perubahan mendasar. Gus Dur adalah salah satu khazanah bangsa di dunia politik, yang hendak membuktikan bahwa "kekuasaan itu lucu".
Bahwa ada dimensi kelucuan dalam kekuasaan. Gus Dur ingin membuktikan bahwa di era demokrasi pun kelucuan-kelucuan kekuasaan itu masih demikian melekat. Gus Dur sendiri pernah memberi kata pengantar sebuah buku humor politik Mati Ketawa Cara Rusia dan memberikan pesan bahwa otoritarianisme bisa dilawan dengan lelucon.

Lucu
Namun, apakah lucu itu? Secara sederhana pertanyaan itu dapat dijawab, lucu adalah sesuatu yang membuat kita tertawa. Kalau itu yang jadi soal, pertanyaannya adalah apa saja yang membuat kita tertawa? Marilah kita bikin daftar: (1) lucu yang datangnya dari kisah-kisah yang tidak logis, sarkastik, kurang masuk akal ala Gus Dur; (2) menertawakan keteledoran, kelalaian, kepongahan, bahkan kemalangan ala Charlie Chaplin; (3) lucu karena ada gerakan-gerakan tertentu yang membuat tertawa.
Kelucuan adalah drama komedi, lawan dari tragedi. Sayangnya banyak hal yang membuat kita justru menertawakan musibah. Film-film komedi yang dibintangi Charlie Chaplin atau film kartun Tom and Jerry penuh adegan musibah alias kemalangan dan kita terbahak-bahak. Adegan-adegan slapstick dalam film-film komedi memang sering terkesan terlalu dibuat-buat untuk memaksa penontonnya tertawa.
Ada skenario lucu yang dikarang terlebih dulu, beberapa adegan sengaja dibikin hiperbolis guna mengundang tawa. Namun, ada juga yang memang bersifat situasional atau yang dikenal dengan istilah komedi situasi. Ini lebih merupakan adegan lucu yang tanpa diskenariokan.
Barangkali kelucuan jenis inilah yang banyak mengemuka di panggung-panggung politik kita.Tentu saja para kampanyewan dan kampanyewati tidak berniat melucu sewaktu orasi tebar janji dan bernyanyi-nyanyi. Tentulah para negosiator politik (baik lelaki maupun perempuan) tak bermaksud melucu saat menentukan perubahan-perubahan sikap politik yang ekstrem.
Namun, hal-hal itu banyak ditafsirkan orang sebagai kelucuan- kelucuan tersendiri. Para penyindir kekuasaan telah memperoleh banyak bahan dari perilaku-perilaku para politisi dalam memanfaatkan dan menciptakan bahasa politiknya.
Politik tak hanya seni menentukan koalisi dan kebijakan, tetapi juga seni berkata-kata, dan jauh daripada itu berbahasa. Menurut novelis George Orwell (1946), "Political language is designed to make lies sound truthful and murder respectable, and to give an appearance of solidity to pure wind". Apakah politik itu semacam sistematisasi kebohongan yang dimaafkan? Pertanyaan ini tentu segara memunculkan perdebatan.

Tidak Lucu
Tapi, peristiwa politik kadang juga disebut sebagai "tidak lucu". Istilah ini lebih merujuk pada kejengkelan, kedongkolan bahkan kemarahan pada suatu peristiwa politik. Misalnya, banyaknya warga masyarakat yang punya hak pilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Legislatif 9 April sungguh "tidak lucu". Yang "tidak lucu" itu tentu sudah dirasakan keterlaluan dan sangat mengganggu.
Janji-janji politisi yang di luar nalar, sangat melambung dan absurd, tentu juga sudah "tidak lucu" sedari awal. Jadi batas antara yang "lucu" dan "tidak lucu" dalam politik sangat tipis dan kontekstual. Kalau demikian, politisi yang suka berpindah-pindah partai, apakah lucu atau tidak lucu? Yang suka berubah-ubah sikap "dalam sekejap" dan berlomba-lomba "balik badan" lucu atau tidak?
Barangkali kita akan mengukurnya bahwa kalau masih membuat kita tertawa, kita sebut lucu, tetapi kalau sudah membuat ketertawaan menjadi kejengkelan, maka sungguh tidak lucu. Para humoris mencoba mengklasifikasi guntingan-guntingan peristiwa dan adegan politik yang lucu dan menyisihkan yang tidak lucu untuk bahan lawakannya.
Namun, para kritikus politik sebaliknya, sibuk mencatat mana-mana dari adegan politik yang "tidak lucu". Kalau begitu di manakah tempat bagi Abu Nawas dan Nasruddin Hoja? Mereka "menertawakan kekuasaan" dengan caranya sendiri. Dalam suatu kisah, Abu Nawas sukses memantati Khalifah Harun al-Rasyid tanpa membuat sang raja marah, bahkan terpingkal-pingkal karena bagian pantat celana Abu Nawas diberi gambar yang lucu.
Kisah Nasruddin berikut menyinggung perilaku politisi. Suatu saat Nasruddin menjadi pelayan istana, termasuk mengurus makanan raja. Suatu hari di depan hidangan lezat raja bertanya, apakah hidangan itu terbuat dari sayuran terbaik di dunia.
Nasruddin menjawab teramat baik. Sang raja pun suka makanan itu, tapi lima hari kemudian bosan, dan memerintahkan untuk menyingkirkannya. Nasruddin berupaya membela diri dengan mengatakan bahwa hidangan itu dibuat dari sayuran terburuk di dunia.
"Belum satu minggu," kata raja, "engkau mengatakan itu sayuran terbaik, mengapa sekarang mengatakan yang terburuk?" Nasruddin menjawab, "Memang benar Tuanku, tapi dalam hal ini hamba pelayan raja, bukan pelayan sayuran." Esok kedelai, sore tempe.okezone.com(*)