Pages

Sabtu, Maret 27, 2010

UN SMA/MA/SMK 2010 Berakhir

Pelaksanaan UN SMA/MA/SMK di Kabupaten Lombok Tengah berakhir 26 Maret 2010, sementara semua lega meskipun semua juga tahu pelaksanaan UN kemarin tidak bisa dibilang berjalan mulus, karena seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya masih saja terjadi kesalahan prosedural (penyimpangan dari POS) atau tidak mengacu pada petunjuk teknis. Kejadian-kejadian atau kalau boleh disebut penyimpangan selama pelaksanaan UN berhasil diselesaikan dengan sebaik-baiknya dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Sehingga secara nasional pelaksanaan UN di Kabupaten Lombok Tengah berjalan baik.

Secara nasional evaluasi terhadap pelaksanaan UN terutama terhadap terjadinya penyimpangan dan kecurangan seperti yang dilansir Kominfo Newsroom (BIP Kominfo), adalah sebagai berikut:

Siswa peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2010 di dua sekolah menangah atas (SMA) di Provinsi Sumatera Utara, yaitu siswa SMA Negeri 2 Medan dan SMA Teladan Indrapura Kabupaten Batubara, wajib mengikuti UN Pengganti karena terindikasi adanya kecurangan atau tidak jujur dalam pelaksanaan UN awal pekan ini.

"Kami sedang melakukan investigasi terhadap berbagai kemungkinan terjadinya kebocoran di dua sekolah itu. Ketika tim menemukan ada fakta yang mengarah pada ketidakjujuran, maka harus dilakukan UN pengganti," kata Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media, Sukemi, dalam jumpa pers di Gerai Informasi dan Media (GIM), Gedung Kemendiknas RI, Jakarta, Jum’at (26/3).

Menurut dia, sebanyak 362 siswa peserta UN program IPA dan 78 siswa program IPS di SMA Negeri 2 Medan akan mengikuti UN Pengganti yang dilaksanakan 5 April 2010, sedangkan di SMA Teladan Indrapura Kabupaten Batubara, sebanyak 40 siswa program IPA dan 77 siswa program IPS akan mengikuti UN Pengganti pada tanggal yang sama.

"Mata pelajaran yang diganti dan terindikasi siswanya tidak jujur adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk program IPS, serta Bahasa Indonesia dan Biologi untuk program IPA," katanya.

Sukemi menambahkan, sebanyak 20 siswa program studi pariwisata di SMKN 1 Singaraja Buleleng, Bali, juga akan mengikuti UN Pengganti pada 31 Maret 2010, namun hal itu bukan karena ada indikasi kecurangan, melainkan akibat tertukar soal ujian.

Sedangkan di NTB, katanya, sebanyak 20 siswa program studi pariwisata di SMK Nusa Dua, Lombok Barat, akan mengikuti UN Pengganti pada waktu yang sama. "Pada UN utama sebelumnya, para siswa itu menerima soal matematika akuntansi, padahal seharusnya mereka mengerjakan soal matematika pariwisata.

Pada kesempatan itu ia menjelaskan bahwa Posko UN di Kemendiknas RI di Jakarta, hingga Kamis (25/3), telah menerima laporan 808 pesan singkat melalui telepon genggam (SMS), 35 laporan melalui telepon, dan satu laporan melalui faksimili, yang terkait dengan pelaksanaan UN 2010.

Dari jumlah itu, kata dia, kategori yang dilaporkan terkait berbagai kejanggalan menyangkut soal UN, yaitu sebanyak 45 persen dan dugaan kebocoran (23 persen). Kemudian laporan yang menyatakan bahwa UN 2010 telah berlangsung lancar sebanyak 20 persen, laporan mengenai adanya soal-soal UN dan kunci jawabannya enam persen, dan laporan adanya gangguan UN enam persen.

"Dari jumlah tersebut, laporan mengenai adanya dugaan kebocoran, manipulasi, gangguan, dan kejanggalan, trennya terus menurun," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar